HIV AIDS


Paul Miller, saudara penderita AIDS
Namaku Paul Miller. Aku adalah seorang pengemudi UPS (perusahaan ekspedisi – Red) dan pada kesempatan ini ingin membagikan  pada anda suatu mukjizat – yang saya sendiri tidak akan mempercayainya bila tidak melihat dengan mata kepala sendiri.
Bemula pada tanggal 27 Desember 1998 ketika aku menerima panggilan telepon dari saudariku, Deborah Gear, dari Port Orange, Florida. Dia berkata bahwa dia ingin berbicara denganku secepat mungkin, jadi aku langsung pergi ke sana malam itu. Dia berkata bahwa dia mengalami kesulitan berbicara dan telah pergi ke Rumah Sakit Halifax untuk menjalani beberapa tes. Setelah dua minggu berada di rumah sakit dan dua minggu menunggu hasilnya maka datanglah kabar buruk itu. Saudariku yang telah menjadi perawat selama 12 tahun, terdiagnosa positif HIV dan memiliki kondisi yang disebut PML,  PML adalah bentuk AIDS yang langka dan sangat mematikan.
Dia hanya memiliki waktu 2 bulan untuk hidup,  Singkatnya PML adalah AIDS pada otak. Pada bulan kedua Februari, tubuh bagian kanan saudariku telah lumpuh total dan kemampuan  berbicaranya menurun, tinggal menjawab ya atau tidak saja. | Kondisinya terus menurun drastis setiap minggunya. Aku berdoa pada Tuhan bilamana ada jawaban bagi kondisinya biarkan aku menemukannya. Seminggu sebelum Paskah bercak pada otaknya sudah meliputi 10%. Dia menjadi incoherent, tidak mengetahui siapa dirinya, viral loadnya di atas 800.000, jumlah sel T nya di bawah 100 dan terdapat 7 borok pada kakinya yang tidak kunjung sembuh. Berat tubuhnya hanya 40 kg.
Dr. Hall menghentikan pemberian obat HIV pada titik itu dan menaruhnya di fasilitas Hospice di Port Orange untuk menghabiskan sisa hidupnya. Dia berkata bahwa saudariku hanya memiliki 5 hari untuk hidup, paling bagus 10 hari. Itu terjadi di hari Jumat sebelum Paskah. Aku akan berlibur minggu depan dan aku tahu aku akan menghadiri sebuah pemakaman.
Sebelum pulang kerja hari Jumat, seorang temanku Ricky menceritakan padaku tentang suatu produk yang mungkin dapat membantu saudariku yaitu Noni juice dari Tahiti. Dia menceritakan semua tentang produk itu dan kemudian aku berkata bahwa tidak ada yang dapat menolong saudariku sekarang karena sudah terlampau parah, namun dia membujukku untuk membelikannya satu botol harapan meskipun aku tahu itu tidak akan menolong.
Pada hari Sabtu aku memberikannya pada saudariku dan menceritakan padanya meskipun dia tidak tahu bahwa aku ada disana. Aku menyuruh para perawat untuk mulai memberikan padanya 180 hing-ga 240 cc setiap hari. Mereka begitu berat hati dan meminta ijin pada dokter. Dr. Hall  kemudian berkata bahwa saudariku boleh diberikan meskipun itu tidak akan membantunya dan para perawat juga berpikir demikian namum mereka akan mulai meminumkan-nya.
Tiga hari kemudian, di tengah-tengah liburan, aku berkunjung ke saudariku; dia mulai bereaksi terhadap noni juice. Entah bagaimana dia mulai sadar dan mencoba untuk bercakap-cakap meskipun aku tidak dapat mengerti sepatah pun kata. Ayahnya, dokter, dan aku berpikir itu hanyalah tarikan nafas terakhirnya sebelum meninggal. Aku kembali pada hari Sabtu hanya untuk melihat lagi kemajuan. Dia mulai bisa mengucapkan ya dan tidak dan sadar dalam waktu yang cukup lama. Berat badannya naik 2,7 kg dan borok pada kakinya nampak mulai sembuh. Hal ini sepertinya terlalu menakjubkan untuk dipercayai. Setelah satu minggu yang penuh dengan perkem-bangan tidak satupun yang percaya bahwa ini dikarenakan juice tersebut, namun pada saat itu saudariku hanya mengkonsumsi obat tidur, obat penghilang rasa sakit dan noni juice. Aku mulai berpikir  apakah ini karena noni.
Sejak saat itu aku terus mengunjunginya setiap minggu. Setelah mengkonsumsi noni selama dua minggu, borok-boroknya sudah sembuh total. Dia mulai makan seperti kuda dan berat badannya meningkat 2,2 kg setiap minggunya dan mulai lebih bisa berbicara, bahkan dalam bentuk kalimat pada minggu ketiga.
Pada minggu keempat mengkonsumsi noni, dia mulai dapat menggerakkan bagian kakinya yang lumpuh dan beberapa hari kemudian dia mulai dapat menggerakkan lengannya. Para dokter dan perawat tidak dapat mempercayainya. Meskipun dengan berat hati mereka mulai menarik kesimpulan bahwa perkembangannya adalah akibat dari noni juice. Dia mulai berjalan dan berbicara meskipun kondisinya masih jauh dari normal.
Pada tanggal 30 Juni, saudariku diperbolehkan pulang dari Hospice. Saat ini berat badannya sudah seperti sediakala, 60 kg.
Tuhan telah mengijinkanku menemukan jawabannya; sebuah tanaman yang diciptakanNya dan telah menyelamatkan nyawa saudariku.
Hari ini, tanggal 10 ]uli 1999, semua hasil tes-tes terbaru telah ada. Viral load dan sel T nya semua dalam kisaran normal; hasil pemindaan CAT memperlihatkan pengurangan bercak pada otaknya dari 70% menjadi tinggal 3%. Kepekatan bercak yang tersisa sangat tipis sehingga dokter mengindikasikan bahwa bercak itu akan menghilang dengan sendirinya.
Saudariku tidak lagi dalam kondisi sekarat, meskipun dia masih harus berkutat dengan terapi fisik, terapi bicara dan membutuhkan waktu untuk kembali dan belajar berbagai hal yang telah dia lupakan. Kelak dia akan menjadi baik kembali. Aku telah mendapatkan saudariku kembali dan mengucap syukur pada Tuhan dan Noni juice untuk itu. Noni akan mengubah hidup anda selamanya. Dia telah melakukannya padaku dan aku tidak akan melupakannya.

Leave a Reply

Popular Posts

VARIAN HARGA MORINDA

VARIAN HARGA MORINDA

PROMO BUSINESS PACK

PROMO BUSINESS PACK

Video Kesaksian

Loading...

Blog Archive